Sudut Malioboro
“Asyik.. kita akan study tour ke Jogja!!” Teriak kami di kelas. Saat itu aku duduk di bangku kelas 8 SMP dan akan melaksanakan study tour ke Yogyakarta pada 28 September-2 Oktober. Kami sangat tidak sabar dan selalu membicarakan rencana yang akan kami laukan disana.
Tibalah
saatnya kami pergi ke Jogja. Kami berangkat pukul 14.00 dan tiba di destinasi
pertama: Pemandian Air Panas sekitar pukul 07.00. Setelah dari sana, kami pergi
ke Kawah Sikidang, Dieng kemudian melanjutkan perjalanan ke Candi Arjuna. Tinggi
banget ya, tempatnya." ucap temanku kepadaku. Aku pun menjawab, "lya,
mana dingin banget lagi. Tapi tempatnya bagus. Ayo kita foto-foto!” Kami
berfoto ria.
Selepas
dari Candi Arjuna, kami mengunjungi Candi Borobudur. Tempat yang kami damba-dambakan.
Sayangnya, saat itu hujan. Kami tidak leluasa bermain di Kawasan Candi
Borobudur karena kami harus memegang payung yang kami sewa. Namun, cuaca saat
itu tidak mengurangi rasa senang kami melihat dan menginjakkan kaki di salah
satu dari 7 keajaiban dunia ini. "Eh, kan di Borobudur banyak bule, nanti
kita foto yuk!" Ajak salah satu temanku. "Ayuk ayuk ayuk!" ucapku
dan teman yang lain tidak sabar. Puas kami bermain disana, kami pulang
kepenginapan: Hotel Sartika. Kami mandi, makan, dan istirahat disana. Esoknya,
kami pergi ke Pantai Parang Titis. Cuaca cerah saat itu dan kami pun
bersenang-senang.
Puas
bermain di pantai, kami lanjut ke Malioboro, tempat yang kami tunggu-tunggu
untuk membeli buah tangan untuk orang rumah. kami dibebaskan untuk berkeliling
Malioboro untuk mencari buah tangan yang kami inginkan.
Kami
berkeliling. Aku membeli baju untukku dan adikku. Aku juga membeli gantungan kunci
khas Jogja untuk temanku yang tidak ikut study tour. "Nadya, jadi gak beli
gitar? Tanya Rista, temanku. Memang kami bertiga: aku, Rista, dan Wulan
berencana membeli ukulele di Malioboro. "Ayo!! Jadi dooong..” jawabku.
Kami bertiga berkeliling mencari ukulele. Namun kami belum menemukan toko/jongko
yang menjual ukulele. Sampai ketika kami melihat ada toko oleh-oleh di sebrang
Malioboro. Kami bergegas kesana. "Wah, kaya mall, tempatnya megah
banget!" Celetuk Rista. Memang tempat tersebut seperti mall namun dalam
skala kecil. Kami asyik melihat-lihat barang-barang disana sampai kami lupa,
kami mencari ukulele. "Tuh!!! ukulele disana!" Wulan berteriak karena
akhirnya kami menemukan apa yang kami cari. Bukan ukulele ternyata, tapi gitar mini.
Kami bertiga setuju membelinya dengan harga 255.000 rupiah.
Keasyikan
melihat-lihat barang disana, kami lupa waktu. Kamipun keluar dari “mall”
tersebut. "Tadi kita jalan mana, ya. lupa!" kami lupa jalan pulang.
Memang tempat yang kami pijak sekarang sedikit jauh dari tempat kami burkumpul
dari rombongan study tour. Kami berkeliling mencari jalan arah ke tempat
berkumpul semula, namun kami tidak ingat. Kami panik dan aku merasa air mataku
akan jatuh. Kami terus berjalan menyusuri jalan pulang dan akhirnya kami
melihat Bu Mimin (wali kelas) dari kejauhan. Kami berlari menghampirinya dan
ternyata, Bu Mimin sedang mencari kami bertiga begitupun dengan guru lainnya.
Teman teman semua sudah masuk bis, bersiap akan pulang. "Dari mana kalian?
Dari tadi di telponin ga nyambung terus, dicariin tau!!!" Temanku di bus
berteriak. "Iya iya maaf, kami habis beli ini" Jawab kami sambil
menunjukkan gitar yang baru saja kami beli. Kami pun duduk dibangku masing
masing dan melanjutkan perjalanan pulang menuju kampung halaman.
Komentar
Posting Komentar